Hidrogen
Hidrogen
2.1 Sejarah
Penemuan Hidrogen
Sejak identifikasinya oleh Cavendish
pada 1766, hidrogen yaitu unsur paling sederhana, menjadi pusat
pengembangan teori tentang struktur
bahan. Cavendish adalah orang yang pertama mengenali gas hidrogen sebagai zat
diskret dengan mengidentifikasikan gas tersebut dari reaksi logam-asam sebagai udara yang mudah terbakar. Pada tahun 1783, Lavoisier menamakan gas hidrogen
(hidro=air, genes=pembentuk). Pada tahun 1810, Davy
mengajukan bahwa hidrogen adalah unsur yang menjadi kunci untuk asam – asam
biasa. Pada tahun 1815, Prout
mengajukan bahwa hidrogen adalah unsur yang paling dasar dan atom – atom
lainnya dapat dibentuk dari hidrogen. Bohr
( 1913 ) memilih atom H untuk penerapan pertama dari mekanika kuantum pada
struktur atom. Schrodinger (1927)
mendasarkan mekanika gelombangnya pada atom H dan teori – teori struktur
molekul menggunakan molekul H2 sebagai titik pangkal.
2.2 Isotop
Hidrogen
Hidrogen adalah satu-satunya unsur yang memiliki tiga nama berbeda untuk
isotopnya. Tiga isotop hidrogen yang dikenal yakni : 1H
(Protium atau P), 2H (Deutrium atau D), 3H (Tritium atau
T). Dalam awal perkembangan keradioaktivitasan,
beberapa isotop radioaktif berat diberikan nama, namun nama-nama tersebut tidak
lagi digunakan. Simbol D dan T kadang-kadang digunakan untuk merujuk pada
deuterium dan tritium, namun simbol P telah digunakan
untuk merujuk pada fosfor, sehingga
tidak digunakan untuk merujuk pada protium. Dalam tatanama IUPAC, International Union of Pure and
Applied Chemistry mengijinkan penggunaan D, T, 2H, dan 3H
walaupun 2H dan 3H lebih dianjurkan.
Walaupun efek isotop
paling besar bagi hidrogen, untuk membenarkan penggunaan nama yang berlainan,
bagi dua isotop yang lebih berat, maka sifat – sifat kimia H, D, dan T pada
hakikatnya serupa kecuali dalam hal – hal seperti laju, dan tetapan
kesetimbangan reaksi. Bentuk normal unsur-unsur adalah molekul diatom; berbagai
kemungkinan ialah H2, D2, T2, HD, HT, atau DT.
Deuterium sebagai D2O
dipisahkan dari air dengan cara distilasi bertingkat atau elektrolisis, dan
disediakan dalam jumlah ton untuk pemakaiannya sebagai moderator dalam reaktor
nuklir.
Isotop hidrogen lainnya yang tidak
stabil (4H sampai 7H) juga telah disintesiskan di
laboratorium namun tidak pernah dijumpai secara alami.
a.
1H adalah isotop hidrogen yang paling
melimpah, memiliki persentase 99.98% dari jumlah atom hidrogen. Oleh karena inti atom isotop ini
hanya memiliki proton tunggal, ia
diberikan nama yang deskriptif sebagai protium, namun nama
ini jarang sekali digunakan.
b.
2H, isotop
hidrogen lainnya yang stabil, juga dikenal sebagai deuterium dan
mengandung satu proton dan satu neutron pada
intinya. Deuterium juga disebut hidrogen berat. Deuterium tidak bersifat
radioaktif, dan tidak memberikan bahaya keracunan yang signifikan. Air yang
atom hidrogennya merupakan isotop deuterium dinamakan air berat. Deuterium
dan senyawanya digunakan sebagai penanda non-radioaktif pada percobaan kimia
dan untuk pelarut 1H-spektroskopi NMR. Air berat digunakan sebagai moderator neutron dan pendingin pada reaktor nuklir.
Deuterium juga berpotensi sebagai bahan bakar fusi nuklir komersial.
c.
3H dikenal dengan nama tritium dan
mengandung satu proton dan dua neutron pada intinya. Ia memiliki sifat
radioaktif, dan mereras menjadi Helium-3 melalui pererasan beta dengan umur paruh 12,32 tahun. Sejumlah kecil tritium dapat
dijumpai di alam oleh karena interaksi sinar kosmos dengan atmosfer bumi,
tritium juga dilepaskan selama uji coba nuklir. Ia juga
digunakan dalam reaksi fusi nuklir, sebagai penanda dalam geokimia isotop dan terspesialisasi
pada peralatan self-powered lighting.
Tritium juga digunakan dalam penandaan percobaan kimia dan biologi sebagai radiolabel.
1H atau H
Protium
|
2H atau D
Deuterium
|
3H atau T
Tritium
|
|
Nomor Massa
|
1,0078
|
2.0141
|
3.0160
|
Titik Didih
|
-259.1
|
-254.4
|
-
|
Titik Beku
|
-252.7
|
-249.6
|
-
|
Kestabilan Inti
|
Stabil
|
Stabil
|
Tidak Stabil,
separuhnya akan meluruh dalam 12,3 tahun
|
2.3 Kelimpahan Hidrogen di alam
Hidrogen yang terdapat
di alam mengandung 0,02%
deuterium, sedangkan tritium(terbentuk secara terus menerus di lapisan atas
atmosfer pada reaksi inti yang direduksi
oleh sinar kosmik) terdapat di alam hanya dalam jumlah yang sangat kecil, kira
– kira sebanyak 1 per 1017, dan bersifat radioaktif (β
-,
12,4 tahun).
Hidrogen
adalah unsur yang terdapat di alam dalam kelimpahan terbesar yaitu 93% tetapi
hanya sedikit yang terdapat di bumi. Dari analisis spektrum sinar yang
dipancarkan oleh bintang, disimpulkan bahwa bintang teruma terdiri dari
hidrogen sebagai bahan bakar nuklir untuk menghasilkan cahaya. Dalam udara,
hidrogen terdapat kuranag dari 1 ppm volume meskipun ia merupakan 10-30 %
bagian dari gas alam.
Hidrogen sangat reaktif sehingga di bumi terdapat sebagai senyawa. Hidrogen yang terdapat di bumi sekitar 3% atau 0,14 massa. Air mengandug hidrogen sebanyak 11,1% massa, minyak bumi 14%, karbohidrat misalnya pati 6%.
Hidrogen yang terdapat di alam ada 3 isotop, yaitu 1H (hidrogen), 2H (D= deuterium) 3H (T= tritium), dengan perbandingan H: D: T=10.000.000 : 2.000 : 1
Karena selisih perbandingan besar tersebut, isotop hidrogn memiliki nama sendiri-sendiri. Air yang terbentik dari deuterium atau D2O di sebut air berat dengan perbandingan : H2O:D2O=5.000:1.
Walaupun H2O
lebih banyak dari pada D2O, ikatan-ikatan isotop D dan T dngan
atom-atom lain lebih kuat dari pada atom H. apabila air di elektrolisis dengan
hasil gas hidrogen dan oksigen ikatan-ikatan O-H mengalami pemutusan lebih dulu
dari pada ikatan O-D, sehingga dalam air yang tersisa makin besar kandungan air
beratnya D2O. pada elektrolisis 30 L air hingga tersisa 1 mL, di
peroleh kandungan 99% D2O.
2
2.4
Sifat
Fisika dan
Kimia
a. Sifat Fisika
·
Nomor
atom :
1
·
Titik
lebur :
-259,140C
·
Titik
didih :
-252,87 0C
·
Warna : tidak
berwarna
·
Bau :
tidak berbau
·
Densitas : 0,08988
g/cm3 pada 293 K
·
Kapasitas
panas : 14,304 J/gK
·
Temperatur
kitis :
-2410C
·
Tekanan
kritis :
20 atm
·
Berat
atom :
1,0080
b.
Sifat Kimia
Gas hidrogen termasuk gas yang mudah
terbakar. Gas hidrogen dapat bersifat eksplosif jika membentuk campuran dengan
udara dengan perbandingan volum 4%-75%, sedangkan dengan klorin perbandingan
volumnya yaitu 5%, -95%.
Akibat dari gas hidrogen yang sangat
ringan maka api yang disebabkan pembakaran oleh gas hidrogen cenderung bergerak
ke atas dengan cepat sehingga dapat mengakibatan kerusakan yang sangat sedikit
jika dibandingkan dengan api yang berasal dari pembakaran hidrokarbon. Hidrogen
sangatlah larut dalam berbagai senyawa yang terdiri dari logam
tanah nadir
dan logam transisi dan dapat dilarutkan dalam logam kristal maupun logam amorf.
Kehilangan satu-satunya elektron
valensi membemtuk ion H+ atau tinggal I proton saja dengan ukuran yang sangat
keci, jari-jari sekitar I,5 × I0-3 pm, sehingga ia mampu
menyimpangkan (medistorsi) awan elekton disekeliling atom-atom lain. Dalm air
walau sering ditli sebagai H+, sesungguhnya terasosiasi dengan molekul air yang
tidak terbatas jumlahnya sebagai [ H(H2O)n]+ atau H3O+.
Pengikatan I elektron membetuk ion hidrida H+. ion ini hanya terdapat Kristal-kristal hidrida dari logam –logam yang sangat elektroposotif seperti logam-logam alkali dam alkali tanah, misalnya NaH dan CaH2.
Pengikatan I elektron membetuk ion hidrida H+. ion ini hanya terdapat Kristal-kristal hidrida dari logam –logam yang sangat elektroposotif seperti logam-logam alkali dam alkali tanah, misalnya NaH dan CaH2.
a.
Ikatan dari
Hidrogen
Kimiawi
hidrogen terutama bergantung kepada tiga proses elektronik yang dibicarakan
pada bab 8, hal 211, yaitu
1. Hilangnya
elektron valensi 1s
membentuk H+. Ukurannya
yang kecil, r 1,5 x 10-13 cm, relative terhadap ukuran r 10-8 cm. serta
muatannya yang kecil yang dihasilkan oleh kemampuannya yang khas untuk
mendistorsi awan elektron di sekeliling atom – atom lain. Proton tidak pernah ada dalam bentuk seperti
itu kecuali dalam berkas ion gas. Proton ini bergabung dengan atom – atom atau
molekul – molekul lain. Meskipun ion hidrogen berada dalam air, umumnya ditulis
sebagai H+, tapi sesungguhnya H3O+ atau H(H2O)n+.
2. Penambahan
elektron membentuk H-. atom H dapat memperoleh satu elektron dan
membentuk ion hidrida, H- dengan struktur He Is2. Ion ini
ada hanya dalam Kristal hidrida dari logam – logam elektropositif, seperti NaH,
CaH2.
3. Pembentukan
ikatan kovalen tunggal seperti CH4. Nonlogam dan juga banyak logam
dapat membentuk ikatan kovalen dengan hidrogen.
Kimiawi
senyawaan hidrogen sangat bergantung pada sifat unsure dan sifat gugus atau
ligan lain yang ada. Sampai seberapa jauh senyawaan berdisosiasi dalam pelarut
polar dan bertindak sebagai asam sebagian bergantung pada sifat dari X.
HX H+ + X-
Yang
juga penting adalah struktur elektronik dan bilangan koordinasi dari oekul
keseluruhan. Mari kita tinjau BH3, CH4, NH3,
OH2, dan FH. Yang pertama bertindak sebagai asam lewis dan
terdimerisasi menjadi B2H6 .CH4 tidak reaktif dan netral;
NH3 mempunyai sepasang elektron bebas dan merupakan basa; H2O
dengan 2 pasang elektron bebas dapat bertindak sebagai basa atau asam yang
sangat lemah; HF, suatu gas jauh lebih kuat meskipun masih merupakan asam lemah
dalam larutan akua.
Seluruh
ikatan H – X mempunyai beberapa sifat polar dengan dipole yang mengarah H – X
atau H – X. sebutan hidrida biasanya diberikan kepada senyawaan yang dipole
negatifnya ada pada hodrogen sebagai contoh SiH4, Si – H . tetapi, meskipun HCl
sebagai H – Cl adalah asam kuat dalam larutan akua, ia merpakan gas dan hidrida
kovalen.
Hidrogen mempunyai sifat ikatan yang
unik. Beberapa di antaranya adalah
1.
Pembentukan
banyak senyawaan, seringkali nonstoikiometrik, dengan unsur-unsur logam.
Umumnya disebut hidrida tetapi tidak dapat dipandang sebagai hidrida garam
sederhana.
2.
Pembentukan
ikatan jembatan hidrogen pada senyawa tuna-elektron seperti (9-I) dan kompleks
logam transisi seperti (9-II).
3.
Ikatan hidrogen.
Umumnya mendominasi kimiawi air, larutan akua, pelarut hidrolitik, dan spesies
yang mengandung –OH, bertanggung jawab antara lain bagi rangkaian rantai
polipeptida pada protein dan pasangan basa asam nukleat.
b.
Ikatan Hidrogen
Bila hidrogen terikat pada atom lain, X terutama F,
O, N, atau Cl sedemikian hingga ikatan X
– H benar-benar polar dengan H menyandang muatan parsial positif, hidrogen
dapat berinteraksi dengan atom lain yang negatif atau yang kaya elektron, Y,
membentuk ikatan yang disebut ikatan hidrogen (ikatan –H) ditulis sebagai
X
– H - - - Y
Ikatan
hidrogen terutama disebabkan oleh gaya elektrostatik dari H dan Y. Jarak X−H
menjadi sedikit panjang, namun ikatan ini merupakan tetapan ikatan 2-elektron
yang normal. Jarak antara H−Y lebih panjang daripada ikatan kovalen H−Y yang
normal.
Pada
ikatan hidrogen yang paling kuat, jarak X terhadap Y menjadi cukup pendek, dan
jarak X−H serta Y−H hampir sama besarnya. Pada kasus tersebut diduga adanya
komponen-komponen kovalen dan elektrostatik dalam kedua X−H dan Y−H.
Bukti
eksperimen bagi ikatan hidrogen mula-mula datang dari pembandingan sifat-sifat
fisika senyawaan hidrogen. Contoh-contoh klasik tampak pada titik didih
abnormal dari NH3, H2O, dan HF (gambar 9-1) yang mengandung
asosiasi molekul-molekul tersebut dalam fase cairnya. Contoh sifat fisika yang merupakan asosiasi adalah panas
penguapan. Sifat-sifat tersebut merupakan sarana yang berguna untuk
pendeteksian ikatan hidrogen. Bagi padatan bukti tersebut berasal dari studi
mengenai kristal dengan sinar-X dan difraksi neutron; bagi cairan dan arutan
berasal dari spektra inframerah dan resonansi magnetik inti.
Mengenai struktur ikatan hidrogen disediakan oleh adanya
jarak X terhadap Y yang lebih pendek daripada kontak van der Waals yang
diharapkan bila ada ikatan hidrogen. Mialnya, pada kristal NaHCO3 terdapat
empat jenis jarak O . . . O antara ion HCO3-dengan harga
3,12 ; 3,15 ;3,19 dan 2,55 Ä‚. Tiga harga
pertama kira-kira sama dengan dua kali jari-jari van der Waals dari oksigen, tetapi yang terakhir menyatakan
adanya ikatan hidrogen O−H . . . O. Apabila golongan X –H memasuki ikatan
hidrogen, pita ulur X –H pada spektrum infra merah frekuensinya menjadi lebih rendah, lebih
luas, dan intensitasnya terintegrasinya makin tinggi.
2.5 Pembuatan Hidrogen
a. Skala
Laboratorium
Seringkali hidrogen dibuat dalam laboratorium oleh kerja larutan encer asam
kuat dengan logam yang sedang – sedang keaktifannya. Asam klorida dan asam
sulfat encer merupakan asam yang memuaskan, zink, alumunium, besi dan magnesium
seringkali digunakan sebagai logamnya. Berikut persamaan yang mewakilinya:
Zn + 2HCl → ZnCl2
+ H2
2Al + 3H2SO4 → Al2(SO4)3 + 3H2
Logam- logam dalam grup IA dan bagian bawah grup IIA bersifat begitu
reaktif sehingga bahkan dengan air mereka bereaksi dan menghasilkan hidrogen.
Reaksi berikut ini khas:
2Na + 2H2O → 2NaOH + H2
Ca + 2H2O → Ca(OH)2 + H2
Natrium, Kalium, Rubidium, dan Sesium bereaksi sedemikian hebat dengan air
pada temperatur kamar sehingga hidrogen itu dapat menyala oleh kalor yang
dibebaskan. Reaksi dengan air semacam itu begitu hebat sehingga harus dilakukan
dengan hati – hati. Kalsium dan Lithium bereaksi lebih lambat dengan air.
b. Produksi
Komersial Hidrogen
Hidrogen merupakan salah satu zat yang paling penting dalam deretan bahan –
bahan kimia. Produksi hidrogen di Amerika Serikat meningkat sekitar 15 persen
tiap tahun sejak perang dunia II. Dari produksi dunia dewasa ini, yang
diperkirakan sekitar 1013 kaki kubik standar, lebih dari
sepertiganya dihasilkan di Amerika Serikat. Diperkirakan pada tahun 2000
produksi hidrogen di Amerika serikat dapat mencapai 52 x 1013 kaki
kubik standar.
Tiga metode untuk memperoleh unsur yang makin berharga ini adalah metoda
gas-air, metoda kukus-hidrokarbon, dan elektrolisis air.
·
Metoda Gas –
Air
Bila kukus dilewatkan di atas arang panas, akan terbentuk karbon monoksida
dan hidrogen.
C + H2O → CO+ H2
Campuran karbonmonoksida dan hidrogen ini yang disebut gas air. Gas air ini
merupakan bahan bakar yang bernilai karena kedua zat itu dapat dibakar. Jika
diinginkan hidrogen murni, campuran itu diolah dengan kukus dalam kehadiran katalis,
untuk mengoksidasi karbon monoksida menjadi karbon dioksida. Berikut persamaan
reaksinya :
CO + H2 +H2O → CO2 + 2H2
Karbon dioksida mudah dipisahkan dengan melewatkan campuran kedua gas
itudalam air di bawah tekanan. Hasilnya yaitu karbon dioksida larut, sedangkan
hidrogen tidak.
·
Metoda Kukus –
hidrokarbon
Hidrogen komersial dalam jumlah besar dibuat dengan melewatkan hidrokarbon
dan lewat katalis nikel pada temperatur tinggi. Persamaan untuk reaksi yang
menggunakan hidrokarbon tersederhana metana adalah sebagai berikut.
CH4 + 2H2O → CO2 + 4H2
Karbon dioksida dan hidrogen dapat dipisahkan seperti yang diterangkan di
atas, atau karbon dioksida dapat diambil dengan melewatkan campuran pada kapur
tohor:
CO2
+ H2 + CaO → CaCO3 + H2
·
Dari air dengan
elektrolisis
Karena sumber hidrogen yang berlimpah adalah air, maka akan ideallah bila
air dapat diuraikan menjadi hidrogen dengan oksigen dengan murah. Suatu cara
yang memuaskan untuk menguraikan air adalah dengan melewatkan arus searah lewat
air yang telah ditambahi sedikit asam sulfat. Penggunaan arus listrik untuk
melakukan suatu reaksi redoks disebut elektrolisis.
Persamaan untuk reaksi setengah dan reaksi keseluruhan untuk elektrolisis
air adalah
Reduksi : 2[2H+
+ 2e- → H2
Oksidasi :
2H2O (l) → O2(g) + 4H+ + 4e
Reaksi keseluruhan : 2H2O
(l) → 2H2(g) + O2(g)
Bila 36 gram air diuraikan oleh arus listrik menjadi hidrogen dan oksigen,
digunakan energi listri yang ekuivalen dengan 572 kJ. Karena persyaratan energi
tinggi, pembuatan hidrogen dan oksigen secara elektrolisis sangatlah mahal
untuk penggunaan komersial. Namun, proses itu penting untuk memperoleh oksigen
dan hidrogen yang sangat murni.
Di
alam hidrogen merupakan senyawa yang paling banyak dibandingkan dengan
unsur-unsur lainnya, namun senyawa-senyawa tersebut tidak cukup sebagai bahan
awal untuk pengadaan H2 (g).
Dan senyawa yang paling banyak digunakan untuk mendapatkan H2 adalah air (H2O).
Untuk menurunkan bilangan oksidasi H dari +1 menjadi 0 adalah dengan karbon,
karbon monoksida, atau metana sebagai pereduksi.
Reaksi gas air :
C(P) + H2O(g)
Δ CO(g)
+ H2(g) (13.1)
CO(g)
+ H2O(g) Δ CO2(g) + H2(g) (13.2)
Penyusunan kembali dari
metana : CH4(g) + H2O(g) Δ
CO(g) + 3H2(g) (13.3)
Hanya
sedikit senyawa yang dapat diuraikan menjadi unsur-unsur melalui pemanasan
sampai suhu sedang, tetapi tidak termasuk H2O. Bahkan pada suhu 2000áµ’C,
kurang dari 1% air terurai menjadi H2 dan O2. Untuk penguraian senyawa dapat
digunakan suatu teknik yang disebut elektrolisis yaitu penguraian dengan arus
listrik. Berikut ini merupakan gambar dari proses elektrolisis air
Reaksi
dari proses tersebut dapat ditulis sebagai berikut :
2
H2O(c) elektrolisis 2H2(g) + O2(g) (13.4)
Reaksi
(13.4) sederhana dan menghasilkan gas dengan kemurnian tinggi, tetapi memakan
terlalu banyak energi listrik. Daur reaksi berikut, sebagai contoh menggunakan
H2O sebagai pereaksi bersih dan 2H2(g) dan O2(g) sebagai hasil reaksi bersih. Bahan-bahan lainnya didaur ulang.
Reaksi proses daur ulang adalah sebagai berikut
6 FeCl2 + 8 H2O 650áµ’C 2 Fe3O4 + 12 HCl
+ 2H2
2
Fe3O4 + 12 HCl +
3Cl2 200áµ’C 6 FeCl2 + 6 H2O + O2
6 FeCl3 450áµ’C 6 FeCl2 + 3Cl2
bersih
: 2 H2O 2H2 + O2 (13.5)
Dalam
proses tidak ada suhu diatas 650áµ’C. Dilaboratorium, H2(g) paling
mudah dihasilkan dengan reaksi logam tertentu dengan larutan asam dalam air
(misalnya, HCl).
Zn(s)
+ 2H+ (aq) Zn2+(aq) + H2(g) (13.6)
Hanya
sedikit logam yang dapat untuk memindahkan H2(g) dari larutan yang berisi H+. Logam
yang paling aktif, yaitu anggota golongan IA dan golongan IIA yang lebih berat,
mampu memindahkan H2(g) dari air dingin.
2 M(p) + 2 H2O(l) 2M+ (aq)
+ 2 OH-(aq) + H2(g) (13.7)
(M
= unsur golongan IA)
2
M(p) + 2 H2O(l) M2+ (aq) + 2 OH-(aq)
+ H2(g) (13.8)
(M=
Ca, Sr, Ba, Ra)
2.6 Senyawaan Penting Hidrogen
a. Air dan Es
Molekul
air terdiri dari dua atom hidrogen (H) dansatu atom oksigen
(O).Atom-atom hidrogen dan oksigen terikat dengan membagi
elektron mereka antara satu dan lainnya.Ikatan ini disebut
“ikatan kovalen”.atom oksigen menarik
elektron lebih kuatdari atom
hidrogen, atom oksigen dalam molekul air sedikit lebih negatif dan atom hydrogen sedikit lebih positif. molekul air yang
berdekatan tertarik antara satu dengan yang lainnya membentuk ikatan
hidrogen yaitu melalui atom oksigen yang sedikit lebih
negatif dan atom hidrogen yang sedikit lebih positif.
Struktur
air sangat penting karena merupakan medium yang banyak kimiawi termasuk dalam
kehidupan. Air sering
disebut sebagai pelarut universal karena
air melarutkan banyak zat kimia. Air memiliki sifat
yang unik dibandingkan dengan zat lain, umumnya benda lain memiliki masa jenis
(RHo) yang besar
dalam bentuk padat, tapi tidak dengan air. Pada suhu 4 °C air memiliki masa
jenis optimal,
pada bentuk cair. Bila suhu diturunkan masa jenisnya kembali mengecil. Air akan mulai
membeku jika molekulnya tidak memiliki lagi cukup energi untuk melepaskan diri
dari ikatan atom hidrogen (H). Pada 0°C mulailah terbentuk ikatan-ikatan yang
kuat, dimana setiap atom Oksigen (O) secara tetraedris dikelilingi oleh 4 atom
Hidrogen (H). Air tidak memiliki struktur yang demikian teratur, tapi molekul air mendekat satu dan lainnya Karena ikatan hidrogen bahkan 90 ̊ C hanya beberapa persen
molekul air yang tidak terikat melalui ikatan hidrogen.Struktur es menarik
perhatian sebagai petunjuk mengenai struktur air. Dikenal 9 modifikasi air,
yang kestabilannya masing-masing bergantung pada suhu dan tekanan. Es yang
terbentuk dalam kesetimbangan dengan air pada 0 ̊ C dan 1 atm disebut es l.
Berikut ini merupakan gambar dari struktur air dan es 1.
Pada
struktur air setiap molekul terhubung ke 3-4 molekul yang lain melalui ikatan
hidrogen. Struktur es Setiap molekul terhubung ke 4 molekul yang lain melalui
ikatan hidrogen. Es yang pada mulanya ikatan molekul air tidak erat, akhirnya
menjadi suatu kristal yang bolong-bolong (cluster). Struktur es memiliki
tingkat kepadatan/masa jenis (density) yang lebih rendah. Itulah kenapa es
(padat) dapat mengapung pada permukaan air.
Dalam
suatu model cairan air, yang menarik namun tidak diterima secara universal
.Cairan tersebut terdiri pada setiap saat atas jaringan tidak sempurna yang
sangat mirip dengan jaringan dari air I, namun ada perbedaan dalam hal:
a. Beberapa
interaksi mengandung molekul-molekul air yang bukan milik jaringan, melainkan
malah mengganggunya’
b. Jaringan
tersebut merupakan tambalan dan tidak meluas sepanjang jarak yang panjang tanpa
patahan,
c. Daerah-daerah
beranah pendek secara tetap berdisintegrasi dan terbentuk kembali (kelompok
yang berkelap-kelip)
d. Jaringan
agak berkembang dibandingkan dengan es.
Fakta
bahwa air mempunyai rapatan yang sedikit lebih besar daripada es I dapat
disebabkan oleh adanya cukup air
intersif sampai melebihi yang diperlukan untuk menyeimbangkan pengembangan dan
ketidakteraturan jaringan es I. Model air ini mendapat dukungan dari studi
mengenai hamburan sina – X.
b.
Hidrat dan Klatrat
Air
Padatan
yang mengandung molekul-molekul senyawaan bersama-sama dengan molekul-molekul
air disebut hidrat. Molekul air yang terikat dalam hidrat tersebut disebut
dengan air hidrat. Sebagian besar hidrat terdiri atas molekul-molekul diskret
baik terikat kepada kation melalui
atom oksigen,atau terikat kepada anion atau atom yang kaya elektron melalui
hidrogen atau keduanya .
Terdapat
tiga cara utama pengikatan molekul-molekul air dalam hidrat, yaitu :
a) Melalui
oksigen kepada kation
b) Melalui
hidrogen kepada anion
c) Suatu
gabungan dari dua cara terdahulu
Melalui
proses pemanasan, senyawa hidrat atau garam hidrat bisa terurai menjadi senyawa
anhidrat atau garam anhidrat dan uap air. Artinya molekul air (air hidrat)
terlepas dari ikatan dimana kehilangan air. Pada banyak kasus bila hidrat
dipanaskan di atas 100oC, air dapat di keluarkan dan meninggalkan
senyawa anhidridana. Namun pada beberapa kasusu bukanlah air yang dikeluarkan
namun zat lain yang dikeluarkan. Misalnya banyak hidrat klorida mengeluarkan
HCl dan meninggalkan korida okso :
panas
|
Air
juga membentuk banyak senyawa ang disebut hidrat gas, yang sebenarnya adalah
jenis senyawa klatrat. Suatu klatrat (dari kata latin Clathratus yang berarti “tertutup atau terlindungi oleh kisi-kisi”)
adalah zat yang satu komponennya mengkristal dalam struktur sangat terbuka yang
mengandung lubang-lubang atau saluran-saluran, dimana taom-atom atau
molekul-molekul kecil dari komponen kedua dapat terjebak kedalamnya. Selain air
terdapat sejumlah zat misalnya p-quinol,
[C6H4(OH)2]
dan urea yang dapat membentuk klarat. Hidrat gas terbentuk pada suhu
rendah dan tekanan tinggi.
Terdapat
dua struktur umum hidrat gas, keduanya berupa kubus. Pada struktur pertama, sel
satuan mengandung 46 molekul H2O yang berhubungan membentuk enam
kurunga berukuran sedang, dua yang kecil. Struktur ini dianut apabila digunakan
atom-atom (Ar,Kr,Xe) atau molekul-molekul yang relatif kecil (seperti Cl2,
SO2, CH3Cl); bagi gas pada umumnya pada tekanan lebih
besar dari 2 atm. Jika hanya kurungan sedang yang terisi sempurna oleh atom atau
molekul X, akan dihasilka komposisi X.7,67 H2O. Sedangkan pengisian
sempurna semua dari delapan kurungan akan membentuk X.5,76 H2O.
Dalam praktek pengisian sempurna semua kurungan dari satu atau kedua jenis tadi
jarang tercapai , dan rumus-rumus tersebut karenanya mewakili komposisi batas,
bukan komposisi teramati; misalnya rumus yang biasana bagi hidrat klor adalah
Cl2.7,30 H2O. S
truktur
kedua , sering terbentuk dengan adanya molekul-molekul zat cair yang lebih
besar (karena itu kadang-kadang disebut struktur hidrat cairan) seperti
kloroform dan etil klorida, memilki sel satuan yang mengandung 136 molekul air
dengan delapan kurungan besar dan enam belas kurungan yang lebih kecil. Efek
anestetik dari zat seperti kloroform dapat disebabkan oleh pembentukan kristal
hidrat cairan dalam jaringan otak.
Golongan
ketiga senyawa klarat yang perlu dicatat adalah hidrat garam, terbentuk bila
tetra alkil amonium atau garam sulfonium
mengkristal dari larutan akua dengan kandungan air tinggi, pada [(n-C4H9)4N]C6H5CO2.39,5H2O
atau [(n-C4H9)3S]F.2H2O. Struktur zat-zat ini pada garis besarnya sangat mirip dengan
struktur hidrat gas dan cairan, walaupun berbeda dalam rinciannya.
Struktur tersebut terdiri atas rangka yang
terutama terdiri atas molekul-molekul air terikat dengan ikatan-hidrogen,
tetapi rupa-rupanya juga mengandung anion-anion (misalnya F-) atau
bagian dari anion (misalnya atom O dari ion benzoat). Ketion beserta bagian
dari anion (misalnya bagian C6H5C dari ion benzoat)
menempati lubang-lubang secara acak dan tidak sempurna.
c. Hidrida
Senyawa
hidrogen semuanya dapat disebut hidrida, walaupun istilah ini seyogyanya
diperuntukan bagi senyawa-senyawa yang
bukan senyawa organik ataupun asam. Seperti mungkin diharapkan terdapat
berbagai jenis hidrida seperti dinyatakan oleh gambar berikut.
Gambar Pengolahan
hidrida. Unsur-unsur yang bertanda bintang adalah unsur-unsur transisi, yang
diketahui memiliki molekul atau ion kompleks yang mengandung ikatan M-H.
Macam-macam
hidrida
1. Hidrida garam
Unsur-unsur
yang paling elektro positif, yakni logam alkali dan logam alkali tanah,
membentuk hidrida yang sengat bersifat ion, disebut hidrida garam. Senyawa
tersebut dapat dianggap mengandung kation logam dan ion H-.sifat
dasar ionnya tampak pada sifat hantaran elektrik tepat dibawah atau pada titik
lelehnya; bila dilarutkan dalam lelehan halida, hidrogen dikeluarkan pada
elektroda positif . jari-jari ion H- terletak antara jari-jari F-
dan Cl-. Hidrida logam alkali, LiH sampai dengan CsH, semua
mempunyai struktur NaCl.
Hidrida
garam dibuat dengan reaksi langsung logam dengan hidrogen pada 300 sampai 700oC.Zat-zat
itu cukup reaktif terhadap air dan udara (kecuali LiH), semuanya adalah
pereduksi yang sangat kuat atau pereaksi hidrogenasi.
Beberapa
contoh khas dari hidrida kelompok ini, antara lain:
(i) Litium
hidrida (LiH), yaitu senyawa kristalin tak berwarna dengan titik leleh
sekitar 68
yang mana Li+ dan H- membentuk kristal
berstruktur natrium klorida (NaCl). Pelepasan kuantitatif gas hidrogen di anoda
saat dilakukan elektrolisis garam leburnya menyebabkan terbentuknya hidrida
karena air bereaksi dengan hebat dengan lithium hidrida yang kemudian membebaskan
gas hidrogen. Oleh karena senyawa ini agak melarut dalam eter, hidrida ini
banyak digunakan sebagai pereduksi di kimia organik.
(ii) Kalsium
hidrida (CaH
), yaitu padatan kristalin tak berwarna dengan titik leleh
mencapai 816
. Seperti halnya LiH, CaH
juga bereaksi hebat dengan air dan membebaskan gas hidrogen.
Hidrida ini digunakan sebagai pembentuk gas hidrogen atau bahan dehidrator
untuk pelarut organik atau dapat juga digunakan sebagai reduktor.
(iii)
Natrium tetrahidroborat (NaBH
), yaitu senyawa padatan kristalin berwarna putih yang
terdekomposisi pada suhu di atas 400
dan biasanya disebut juga dengan natrium borohidrida.
Padatan ini larut dalam air yang kemudian melepaskan gas hidrogen pada saat
terdekomposisi. Padatan ini digunakan sebagai bahan pereduksi untuk senyawa
anorganik dan organik dan dapat pula digunakan pada proses preparasi kompleks
hidrida.
2. Hidrida kovalen
Diantara
hidrida kovalen banyak yang berupa senyawaan molekular, termasuk senyawaan H2X
dari golongan VIB. Senyawa H3X dari golongan VB, dan senyawa H4X
dari golongan IVB, LiAlH4, dan banyak senyawaan hidrogen yang
dibentuk oleh bor.
Hidrida
logam transisi sangat beragam sifatnya. Banyak terbentuk dari aksi langsung H2
pada logam . yang paling terkenal serta yang paling penting terbentuk oleh
lantanida, aktinida, dan unsur-unsur golongan IVA serta VA. Sebagian besar
adalah padatan hitam nonstoikiometrik; jenis komposisi antaralain LaH2,87,
YbH2,55, TiH1,7, dan ZrH1,9.
Uranium membentuk hidrida yang pasti stoikiometrinya, UH3, merupakan
pereaksi yang berguna untuk membuat senyawa uranium lainnya.
Hidrida-hidrida
lantanida dan aktinida tampaknya bersifat ion namun pemerian yang terperinci
yang sangat memuaskan mengenai senyawaan-senyawaan ini belum dikembangkan.
Hidrida golongan IVA dan VA bahkan masih kurang dipahami dengan baik.
Dari
sifat logam-logam transisi, hanya paladium dan beberapa paduannya rupa-rupanya
membentuk fase hidrida yang pasti.
2.7 Penggunaan
Hidrogen
Sekitar 42 persen
hidrogen yang dihasilkan digunakan untuk membuat amonia dan 38 persen dalam
pengilangan minyak bumi. Sisanya (20 persen) terbagi antara banyak industri,
dengan penerapan metalurgi dan proses makanan memerlukan kuantitas terbanyak.
Di masa depan, lebih banyak pengilangan minyak, pertumbuhan plastik dan
elastomer (zat mirip karet) yang meningkat, lebih banyak proses membuang
belerang dari dalam minyak bakar, lebih banyak reduksi bijih besi, sel bakar
hidrogen – udara, dan penggunaan penerbangan , semuanya cenderung meningkatkan
kebutuhan akan hidrogen. Bila sumber – sumber bahan bakar menjadi cukup menipis
, hidrogen dapat juga menjadi dasar ekonomi bahan bakar negara – negara maju.